6 Alasan Kenapa Kamu yang Rajin Mainin Pokemon Go, Punya Bakat Jadi Seorang Traveler Hebat!

Jangankan anda yang gamers, yang seringkali nggak pernah mainin game aja tentu sekarang sudah tak asing dengan Pokemon Go. Permainan satu ini berhasil membuat tidak sedikit orang tertarik guna mencobanya. Eh eh anda sudah mainin permainan ini belum sih? Kalau ternyata saat memainkannya anda nyaman dan terus hendak segera memainkannya lagi dan lagi. Wah, itu dengan kata lain kamu berbakat jadi traveling sejati lho. Kok bisa? Yuk simak alasan-alasannya!

6 Alasan Kenapa Kamu yang Rajin Mainin Pokemon Go, Punya Bakat Jadi Seorang Traveler Hebat!
6 Alasan Kenapa Kamu yang Rajin Mainin Pokemon Go, Punya Bakat Jadi Seorang Traveler Hebat!

Pokemon Go ini dapat dibilang lebih dari sekadar game. Sebab, tak sekedar berhenti pada layar kaca saja, kamu pun “bermain” dalam dunia nyata

Kamu yang telah memainkannya tentu sepakat bila permainan ini tanpa anda sadari sudah memaksamu mengembara ke luar ruangan untuk mengejar pokemon. Baik pokemon langka ataupun pokemon biasa. Kalau anda udah menginstall permainan ini, inginkan nggak mau anda akan lebih tidak jarang bermain di alam bebas. Karena menurut Daftar Judi Bola Terbaik bagaimanapun anda dituntut guna harus aktif bergerak dan berburu ragam pokemon.

“Pak, jam santap siang saya ijin terbit ya satu jam”
“Iyaaa… tumben nggak santap di kantor aja kamu. Mau cari santap apa di luar?”
“Enggak cari santap pak, saya inginkan cari pokemon.”
-___-

Hingga kesudahannya game ini membawamu menatap dunia yang lebih luas lagi. Dan mendapati bila ternyata tidak sedikit sekali pokemon yang tersebar di jalanan

Pokemon Go mengajakmu terbit rumah dengan terus menggali pokemon-pokemon yang tersebar di jalanan. Begitu terdeteksi, langsung deh kamu dapat tangkap gunakan poke ball. Pas udah ketangkep, pokemon tersebut jadi milik anda deh. Dan anda pun bakal terus bersaing mencari ragam jenis pokemon, sampai koleksi pokemonmu terkumpul banyak. Nah, gimana metodenya biar pokemonmu jadi banyak? Ya anda kudu aktif berburu dimanapun. Jadilah anda semakin dipacu guna “traveling.” Jalan-jalan ke sekitarmu untuk menggali pokemon.

Sejak terdapat Pokemon Go, tidak boleh heran bila ada orang yang melulu diam di rumah, kini jadi lebih rajin jalan-jalan memakai GPS. Juga suka naik Gojek dan Uber. Mereka ternyata berbakat jadi seorang traveler

Jangan heran bila ada orang yang dulunya hanya nge-game di kamar, kini rutin mendatangi pusat keramaian.

Jangan kaget bila temenmu yang dulunya jomblo atau bahkan nggak pernah pacaran sama sekali, sekarang seketika kenal anak-anak tetangga. Ya kali jodoh~

Jangan salah, Pokemon Go nggak melulu mengajakmu melangkahkan kaki dekat-dekat lokasi tinggal saja. Ada pun lho, anak-anak muda yang rela memanjat tingginya gunung “hanya” guna berburu Pokemon. Yakali di gunung “spesies” pokemon ini jadi lebih beragam. Hihihi. Ya nggak papa sih, kadang guna menyadari bakat yang terdapat dalam diri tersebut harus dipaksa dengan sesuatu yang sepertinya “remeh-temeh” gitu. Yang tadinya udah pengen pergi traveling tapi banyak sekali mikir, duitlah, cutilah, kini demi Pokemon mah nggak gunakan mikir. Jadi ketagihan bikin traveling kan?

Kamu tahu nggak, berkat Pokemon Go, jumlah pengunjung museum telah meningkat lhooo, spektakuler kan! Kurang bukti apa??

Museum Nasional Indonesia salah satunya. Memanfaatkan demam Pokemon Go, museum ini menjadikan destinasi dalam promosinya. Jadi gini, dalam akun sah twitter Museum Nasional Indonesia tertulis, @MuseumNasional, mengucapkan informasi bahwa berburu pokemon dapat dilakukan di Museum sambil meningkatkan wawasan.

Ajakan tersebut pun serta merta disambut baik oleh semua follower dari akun twitter museum tersebut. Siapapun tentu akan memprediksi, dengan adanya teknik promosi ini, akan dapat menambah jumlah pengunjung dari Museum Nasional Indonesia sendiri. Meski begitu, nampaknya pihak museum pun kudu berhati-hati ya.. Supaya tetap mengawal barang-barang bersejarah dari kekhawatiran lain semua pemburu Pokemon itu. Hehehe.

Masih terdapat lagi yang butuh disyukuri juga. Berkurangnya traveler alay yang kegemaran selfie dan bawa kertas kemana-mana. Kamu jadi konsentrasi jalan-jalan aja, nggak narsis!

Secara, mereka kan sejatinya bukan traveler yang mengeksplore keindahan alam, namun “dipaksa” mengembara dan menggali pokemon. Jadi mereka mikirnya, daripada sibuk berselfie ria atau mikir artikel dan diupload di sosial media, ya mending menciduk Pokemon aja.

“Sebab, datang ke lokasi wisata kemudian berfoto selfie tersebut so last year, tren lama. Mending saya berjalan mencari jejak-jejak pokemon.” – Irwan, 24, Jogja

Kamu juga akhirnya terbiasa guna traveling dan kelaziman itu dapat kebawa terus dan kian meningkat. Dari cari pokemon ke cari jodoh contohnya ~

“Eh ternyata taman kota deket rumah tersebut kece ya bila pas sore gitu..”

“Dulu diajakin kesana nggak pernah inginkan -_-”

“Dulu nggak punya kepentingan apapun. Sekarang kan seraya cari-cari pokemon. Tapi ternyata asik sih ya jalan-jalan itu. Dapet tidak sedikit kenalan, barangkali jodoh pun kali. Hihiii..”

“-_-“

Jodoh emang udah disiapin Tuhan, namun nggak akan ketemu pun kalau kamunya memberi batas diri dan interaksi dengan melulu ada di dalem lokasi tinggal terus-terusan. Makanya traveling ya. Masih ragu? Yaudah, yuk main Pokemon Go dulu. Kalau udah nagih dan jadi candu, baru nanti anda belajar mengejar makna daripada traveling tersebut sendiri. Yang urgen kan udah tau bila kamu berbakat kan ya? Salam Pokemon!

Selamat jalan-jalan menggali Pokemon!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *