5 Alasan Ini Lebih dari Cukup Buat Meyakinkanmu untuk Ogah Ikut Main Pokemon GO!

Siapa sih yang nggak kenal dengan Pokemon GO? Game besutan Niantic yang berhasil meraup deviden besar ini berhasil jadi idola baru untuk pecinta game android di dunia. Di Indonesia sendiri, walau belum secara sah diluncurkan oleh pihak Niantic, tetapi sudah tidak sedikit Pokemon trainers yang dengan motivasi menggenggam androidnya seraya berjalan keliling kota bermain Pokemon GO.

Popularitas Pokemon GO memang tak lagi membuatnya sebatas sebagai video game, melainkan gejala sosial. Banyak peristiwa, tragedi, evolusi perilaku, sampai isu politik yang hadir karenanya. Tak tidak banyak pula yang berujung negatif. Jika dicermati lebih lanjut, memang pada dasarnya tidak sedikit kerugian yang Kamu bisa dengan turut tercebur dalam tren memainkan game ini. Baik kerugian secara sosial maupun kerugian guna diri Kamu sendiri.

Namun, Daftar Sbobet tidak bermaksud tidak mengizinkan atau mengharamkan, lagipula dengan tafsir konyol ala dakwaan bahwasanya Pokemon dengan kata lain “Saya yahudi” dan sebagainya. Hipwee cuma hendak sedikit mengajak beranggapan jernih untuk menyaksikan dan merenungkan pulang apakah kegiatan yang sekitar ini anda lakukan lumayan berharga. Termasuk apakah Pokemon GO sebetulnya seseru itu?

5 Alasan Ini Lebih dari Cukup Buat Meyakinkanmu untuk Ogah Ikut Main Pokemon GO!
5 Alasan Ini Lebih dari Cukup Buat Meyakinkanmu untuk Ogah Ikut Main Pokemon GO!

Dimulai dari dalil yang sangat kerap dilontarkan, Pokemon GO dirasakan membahayakan keselamatan

Seiring dengan melonjaknya popuularitas Pokemon GO, nyaris tiap hari anda mendengar terdapat berita kemalangan atau tragedi yang disebabkan olehnya. Tentu ini sebenarnya pun permainan media massa sih. Mendompleng ketenaran Pokemon GO, berita-berita buruk bersangkutannya tidak jarang kali digembar-gemborkan. Ini upaya dalam memasarkan kontroversi. Yah, namun tak dapat dipungkiri kalau kegiatan game ini memang membimbing pemainnya untuk mengerjakan perilaku yang membahayakan. Apalagi andai dimainkan secara tidak bertanggungjawab. Mulai dari kemalangan lalu lintas sebab membagi konsentrasi antara berkendara dan menggali Pokemon, sampai memberi celah modus mengerjakan sejumlah aksi kriminal seperti pencopetan dan penipuan.

Pokemon GO bukan jenis game untuk memenuhi waktu luang

Banyak orang mengfungsikan game di gadget sebagai software untuk membunuh rasa kejemuan atau menanggulangi situasi semacam menanti antrian, terjebak macet di transportasi umum, rekreasi masa-masa istirahat kantoran, dan beda sebagainya. Itulah mengapa rata-rata game guna gadget didesain simpel dan praktis. Namun, tidak begitu guna Pokemon GO. Alih-alih memenuhi waktu luang, ini ialah jenis game yang menuntutmu untuk membuat waktu luang. Karena tersebut Pokemon GO akan bersaing dengan aktivitasmu yang lain. Jika Kamu nggak dapat membagi masa-masa dengan baik, pilihannya hanya dua: Pokemon GO akan anda tinggalkan, atau hidupmu berantakan.

Alih-alih terlihat canggih sebagai Pokemon trainers, yang ada anda malah terlihat laksana orang mengherankan saat keliling komplek seraya pegang handphone

Setelah Pokemon GO jadi primadona di Indonesia, anda tentu tidak jarang menemukan tidak sedikit orang yang jadi konsentrasi dengan ponselnya. Mereka berlangsung mengelilingi perumahan perumahan sampai jalan besar seraya memegangi ponselnya. Untuk pemain Pokemon, anda pasti paham mereka sedang ngapain. Tapi untuk orang awam, Kamu malah terlihat bak zombie yang aneh! Alih-alih pingin canggih layaknya Ash dan Pikachu, orang-orang malah akan ngetawain kamu. Masih beruntung juga andai nggak dikira maling atau orang yang hendak melakukan jahat.

Banyak yang bilang Pokemon GO menciptakan para gamer jadi lebih sering terbit rumah dan bersosialisasi. Apa benar?
People walk up Market Street playing Pokemon Go, an augmented reality game, during a Pokemon Go Pub Crawl in San Francisco, July 20, 2016. Pokemon Go has fast become a nationwide phenomenon, with millions downloading the game and playing it just about everywhere. (Jason Henry/The New York Times)

Membuat lebih sering terbit rumah sih pasti, karena tersebut tuntutan permainannya. Tapi bila bersosialisasi? Belum pasti sih. Kalau Kamu mengamati, terasa janggal pun ketika tidak sedikit orang berkumpul di sebuah tempat, tetapi mata dan jari mereka masih terfokus di ponsel masing-masing. Bahkan, isi dialog antara semua pemain banyak sekali juga melulu seputar pokeball, pokemon, pokestop, gym dan semacamnya. Walau secara jasmani mereka terdapat di satu lokasi, tetapi komunikasi dan interaksi yang mereka kerjakan sejatinya tetap terjebak dalam dunia digital.

Beralih ke game-nya sendiri, Pokemon GO belum siap untuk dikenalkan secara masif. Hasilnya, software sering nge-bug dan server tidak jarang nggak kuat

Kamu pasti sering menyaksikan pemain Pokemon GO marah-marah. Alasannya sederhana. Karena memang Pokemon GO sebetulnya masih tidak sedikit bug-nya. Hasilnya masih tidak jarang terjadi crash pada ketika game dijalankan. Entah masa-masa log-in, saat anda menangkap Pokemon sampai crash saat anda tak dapat memutar PokeStop! Disamping itu, server yang belum siap menerima tidak sedikit pemain jadi tantangan tersendiri. Server tidak jarang down dan semua pemain jadi emosi sendiri sebab nggak dapat main game favoritnya ini.

Meski punya fitur “battery saver”, tetapi tetap saja software ini menghabiskan baterai. Dalam jangka masa-masa lama, ini bakal merusak baterai handphone-mu

Aplikasi yang satu ini benar-benar menghabiskan baterai dan berpotensi merusaknya bila dipakai dalam masa-masa lama. Ini ancaman nyata. Memang sih dalam software Pokemon GO terdapat fitur “battery saver” yang diharapkan dapat mengurangi pemakaian baterai selama software berjalan, tetapi sejujurnya fitur ini belum tidak sedikit membantu. Yang tidak jarang terjadi justeru aplikasinya crash jadi tak stabil ketika fitur itu diaktifkan. Ini mah malah buat smartphone-mu cepat rusak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *